Wednesday, 8 April 2015

Tips Agar Kopling Mobil Tahan Lama


Daihatsucirebon.com - Untuk mobil dengan transmisi manual, keberadaan kopling sangat dibutuhkan untuk membantu dalam memindahkan transmisi. Dalam sekali perjalanan menggunakan mobil, kopling akan sering sekali diinjak, apalagi jika dalam keadaan macet.

Jika terlalu sering digunakan, tentu saja kopling akan cepat rusak, dan semakin sering Anda mengganti kopling, akan semakin besar pula uang yang Anda keluarkan. 

Salah satu penyebab yang paling sering menghabiskan kopling mobil adalah cara berkendara yang tidak benar. Karena itu, berikut ini kami berikan uraian mengenai kopling dan cara untuk merawatnya agar tahan lama.

Komponen Kopling

Sistem kopling pada sebuah mobil terdiri dari berbagai komponen, antara lain pelat kopling (clutch disc), cover clutch, fly wheel, leher kopling (release bearing), dan tak lupa adalah pedal kopling yang sering diinjak oleh pengemudi. 

Prinsip kerja kopling adalah ketika pedal kopling diinjak, hubungan antara sistem transmisi dengan mesin akan terputus sementara karena fly wheel dan pelat kopling tidak saling bersinggungan sehingga tenaga yang dihasilkan oleh mesin tidak dapat diteruskan ke sistem penggerak.

Karena itulah kadang kalau kita sedang menginjak pedal kopling dan menginjak gas juga, mobil tidak akan bergerak maju. 

Ketika sistem transmisi sudah dipindahkan dan pedal kopling dilepas, barulah tenaga dari mesin akan tersalurkan ke sistem penggerak mobil.
Untuk menjaga agar kopling mobil tahan dalam dan tak cepat rusak, Anda harus menghindari melakukan kesalahan-kesalahan berikut ini.

Penggunaan kopling yang salah

1. Menginjak setengah pedal kopling. 
Hal ini biasanya Anda lakukan ketika mobil sedang melaju di jalanan yang macet atau ketika sedang merayap di tanjakan. Jika Anda melakukan hal tersebut, sistem kopling akan cepat rusak. Mesin pun akan sering terasa bergetar sehingga fungsi karet penahan mesin juga dapat terganggu. Apabila Anda sedang berada di jalanan macet atau di tanjakan, tidak perlu melaju dengan setengah-setengah, dan gunakan rem tangan untuk membantu.

2. Meletakkan kaki di pedal kopling
Hal ini mungkin tanpa terasa sering dilakukan agar kaki selalu siaga ketika harus cepat memindahkan kopling. Namun, hal tersebut ternyata dapat mempercepat keausan pada release bearing dan pelat kopling. Karena itu, jangan pernah menyandarkan kaki di pedal kopling.

3. Menginjak dan melepas pedal kopling secara kasar
Penggunaan kopling yang salah lainnya adalah menginjak dan melepas pedal kopling secara kasar, misalnya melepas kopling ketika transmisi belum dipindahkan dengan sempurna. Apabila Anda sering melakukan hal tersebut, sentuhan pelat kopling terhadap fly wheel akan terasa lebih keras, dan akibatnya sistem kopling akan cepat aus.

Masalah umum yang sering terjadi pada kopling

1. Kopling selip
Akibat dari kopling selip adalah kendaraan tidak dapat berjalan, kurang  tenaga, dan dapat menyebabkan boros bahan bakar. Hal tersebut disebabkan tenaga mesin tidak tersalurkan ke sistem penggerak (transmisi) karena pelat/piringan kopling sudah aus. 

2. Kopling jeblos
Beberapa penyebab kopling yang jeblos adalah kabel kopling putus, silinder kopling bocor, dan cover clutch yang rusak. Akibat dari kopling yang jeblos adalah tuas transmisi yang tidak dapat atau susah dipindahkan. Hal tersebut diakibatkan tidak dapat terpisahnya pelat kopling dengan mesin karena tenaga yang disalurkan dari pedal tidak mampu diteruskan ke sistem kopling. 

3. Kopling lengket
Penyebab kopling lengket adalah air atau lumpur yang masuk ke area sistem kopling. Akibatnya, tuas transmisi tidak dapat atau susah dipindahkan karena tidak terpisahnya pelat kopling dan mesin akibat pelat kopling lengket.

0 comments:

Post a Comment